Tugas
Softkill individu
Materi Aspek Produksi
dan Teknologi
Disusun Oleh:
Nama :
Achmad Sobari
NPM :
30416067
Matkul :
Kewirausahaan #
Kelas :
4ID11
Dosen :
Dini Tri Wardani
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2020
Tujuan studi kelayakan bisnis aspek
teknik dan teknologi yaitu untuk meyakini secara teknis dan pilihan teknologi,
mengenai rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak, baik
pada saat pembangunan bisnis berjalan atau operasional secara rutin.
Manajemen operasional merupakan suatu
fungsi atau kegiatan manajemen yang meliputi adanya perencanaan, organisasi
staffing, koordinasi, pengarahan, dan pengawasan terhadap operasi perusahaan.
Operasi yang merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan untuk
mengubah masukan menjadi keluaran, sehingga keluarannya bisa lebih bermanfaat
dari masukannya.
Keluaran tersebut tentu berupa barang
dan atau jasa. Dan tugas manajemen di perusahaan yaitu untuk mendukung
manajemen dalam rangka pengambilan keputusan mengenai masalah produksi juga
operasional. Tentu itu semua tidak terlepas dari berbagai aspek seperti teknik
dan teknologi, berikut ini akan dibahas aspek teknik dan teknologi dalam studi
kelayakan bisnis seperti di bawah ini:
A. Aspek Teknik Dalam Studi Kelayakan Bisnis
Contoh beberapa aspek teknik yang sering menjadi
pertimbangan dalam sebuah perusahaan yaitu:
1. Rencana Produksi
Setelah beberapa alternatif pilihan
ide produk sudah tersaring, maka selanjutnya akan dikaji mengenai produk
atau beberapa produk, apa yang menjadi prioritas untuk diproduksi.
Umumnya, untuk menetapkan produk tersebut akan dilakukan melalui tahapan –
tahapan pekerjaan , tahapan itu meliputi diantaranya:
·
Menentukan Ide Produk dan Seleksi
·
Membuat Desain Produk Awal
·
Membuat Prototipe dan Pengujian
·
Implementasi
2. Strategi Bisnis
Agar
barang atau jasa yang diproduksi akan memenuhi kebutuhan para konsumen,
biasanya didahului dengan suatu kegiatan penelitian pasar dan pemasaran yang
sering digunakan yaitu pemilihan strategi. Dari masukan penelitian pasar dan
pemasaran tersebut, berikutnya akan ditetapkan berbagai
macam produk yang menjadi alternatif untuk dibuat, selanjutnya akan
dikaji kaitannya dengan aspek – aspek yang lain, seperti aspek keuangan
dan sebagainya.
3. Proses Produksi
Selanjutnya
proses produksi yaitu mulai dari membuat produk, sampai pada kemasan yang siap
dilakukan. Contoh pada proses produksi yang digunakan jika pabrik menangani
berbagai macam proses yang berbeda. Misalnya dalam satu set rangkaian peralatan
tertentu disusun untuk memproses satu batch produk tertentu, lalu dihentikan
dan di set kembali untuk memproses jenis produk lain yang berbeda. Peralatannya
tentu terdiri dari mesin – mesin yang berfungsi multipurpose agar lebih
fleksibel, dan dapat memenuhi lebih dari satu variasi produk.
4. Volume Produksi
Kapasitas yang didefinisikan sebagai
suatu kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu
tertentu. Kapasitas sebuah produksi dapat dilihat dari sisi masukan
atau input dan keluaran atau output . Rencana kapasitas produksi dalam
rangka studi kelayakan menjadi aspek teknis dan teknologi dan tergantung pada
beberapa pilihan sistem yang digunakan.
B. Aspek Teknologi Dalam Studi Kelayakan Bisnis
Contoh beberapa aspek teknologi yang sering menjadi
pertimbangan dalam sebuah perusahaan yaitu:
1. Teknologi Perusahaan
Berkaitan
dengan pemilihan teknologi, biasanya suatu produk tertentu dapat diproses
dengan lebih dari satu cara, sehingga teknologi yang dipilih juga perlu
ditentukan secara jelas. Patokan umum yang dapat dipakai seperti dengan
mengetahui seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan juga manfaat
ekonomi yang kelak diharapkan.
Teknologi
untuk memproduksi barang maupun jasa terus berkembang sesuai dengan kemajuan
zaman. Kemajuan teknologi hendaknya dapat berdampak pada efisiensi yang tinggi
dalam proses produksi sekaligus menghasilkan produktivitas yang tinggi pula.
Namun, selain terdapat keuntungan ada juga kelemahan – kelemahan dalam hal
perkembangan teknologi itu sendiri yang harus diketahui.
2. Pemilihan Mesin Dan Peralatan
Pemilihan teknologi pada proses
produksi berarti memilih proses untuk menghasilkan produk atau pelayanan,
termasuk jenis teknologi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.
Setelah keputusan pemilihan dijatuhkan, tindakan selanjutnya adalah menentukan
denah, jenis peralatan, fasilitas penunjang, dan desain engineering yang
diperlukan dalam menunjang kegiatan produksi sesuai dengan studi kelayakan yang
direncanakan.
3. Aspek Kualitas Dari Teknologi
Kualitas dari sebuah produk
merupakan suatu kesatuan karakteristik yang dapat menentukan apakah
produk dapat memenuhi harapan para konsumen atau kah tidak. Kualitas dapat
dipahami dengan menggunakan trilogi manajerial, yang meliputi seperti
perencanaan, perbaikan, dan juga pengendalian mutu. Sehingga dengan menggunakan
teknologi yang ada mutu dari sebuah produk tidak akan berkurang dan seharusnya
semakin menjadi lebih baik. Demikian beberapa contoh aspek teknik dan teknologi
dalam studi kelayakan bisnis yang patut diketahui. Aspek teknis dan teknologi
merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara
teknis, teknologi dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai
dibangun.
Studi kelayakan Aspek teknik dan
teknologi mulai dilakukan Setelah aspek pemasaran telah dilakukan studi
kelayakan bisnis dan dinyatakan bahwa proyek atau bisnis tersebut layak dari
segi pemasaran. Selanjutnya hal yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan
studi kelayakan aspek teknik dan teknologi yang meliputi strategi produksi dan
perencanaan produk, proses pemilihan teknologi untuk produksi, penentuan
kapasitas produksi yang optimal, letak pabrik dan layoutnya serta letak usaha
dan layoutnya, rencana operasional jumlah produksi, rencana pengendalian
persediaan bahan baku dan barang jadi, dan pengawasan kualitas produk baik
dalam bentuk barang ataupun jasa.
Pemilihan terhadap jenis teknologi yang digunakan juga
perlu dijelaskan, baik mengenai jenis jumlah dan ukuran bila diperlukan serta
alasan-alasan dalam pemilihan, dihubungkan dengan masalah yang dihadapi
disamping investasi lainnya.
Tujuan studi kelayakan bisnis aspek
teknik dan teknologi adalah untuk memastikan apakah secara teknis dan pilihan
teknologi tertentu, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak
layak, baik ada saat pembangunan proyek maupun operasional rutin.
Rumusan Masalah Apa saja yang dianalisa dalam
melakukan studi kelayakan aspek teknik dan teknologi?
Dari rumusan masalah diatas maka
penulis akan membahas tentang poin-poin yang perlu dianalisa dari aspek teknik
dan teknologi.
B. PEMBAHASAN
1.
Penentuan Strategi Produksi dan Perencanaan Produk
Agar jasa dapat memenuhi kebutuhan
konsumennya, sebelum melempar jasa ke pasar, biasa nya perusahaan lebih dulu
melakukan kegiatan penelitian, seperti penelitian pasar dan pemasaran.
Berdasarkan masukan yang diperoleh dari penelitian pasar dan pemasaran ini,
ditetapkanlah macam-macam produk sebagai alternatif. Mengacu pada produk ini
akan dikaji pula kaitannya dengan aspek-aspek yang lain, seperti aspek
keuangan, SDM, dan lainnya.
Setelah beberapa alternatif ide
produk tersaring, selanjutnya akan dikaji produk (beberapa produk) apa yang
menjadi prioritas untuk diproduksi. Biasaya, penetapan produk (produk-produk)
tersebet dilakukan melalui beberapa tahapan pekerjaan. Tahapan pada umumnya
dimulai dengan penetuan ide produk. Setelah itu, pembuatan desain produk awal
untuk berikutnya di tindaklanjuti dengan pembuatan prototipe. Selanjutnya, jika
prototipe dinyatakan baik, tahapan berikutnya adalah mengimplementasikan dengan
memproduksinya. Jadi, proses desain adalah suatu proses yang berulang.
Informasi baru yang diberikan oleh pemakai dapat dimanfaatkan untuk menemukan
cara-cara meningkatkan desain, misalnya untuk penghematan biaya produksi
ataupun untuk mencapai sasaran kualitas. Selanjutnya, berdasarkan desain yang
ditetapkan tersebut, perencanaan proses produksi dilakukan dengan menetapkan
rincian spesifikasi pross serta urusan secara cermat.
2.
Proses Pemilihan Teknologi untuk Produksi
Teknologi untuk memproduksi barang
maupun jasa telah dan terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman. Kemajuan
teknologi hendaknya berdampak efisiensi yang tinggi dalam proses produksi
sekaligus menghasilkan produktivitas yang tinggi pula. Namun, selain terdapat
keuntungan-keuntungan adapula kelemahan-kelemahan dalam hal perkembangan
teknologi ini. Misalnya, perkembangan teknologi belum tentu cocok dengan
lingkungan internal perusahaan maupun lingkungan exsternalnya.
Suatu produk tertentu biasanya dapat
diproses dengan lebih dari satu cara. Dengan demikian, teknologi yang dipilih
pun perlu ditentukan secara jelas. Patokan umum dapat dipakai misalnya adalah
dengan mengetahui seberapa jauh derjat mekanisasi yang di inginkan da manfaat
ekonomi yang diharapkan. Beberapa kriteria lainnya adalah kesesuaian dengan
bahan yang dipakai, keberhasilan pemakain teknologi di tempat lain, kemampuan
tenaga kerja dalam pengoperasian teknologi, dan kemampuan antisipasi terhadap
teknologi lanjutan.
Pemilihan teknologi proses produksi
berarti memilih proses menghasilkan produk atau pelayanan, termasuk jenis
teknologi dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya. Setelah keputusan
pemilihan dijatuhkan, tindakan selanjutnya adalah menentukan denah, jenis
peralatan, fasilitas penunjang, dan desain engineering yang diperlukan. Pada
dasarnya dikenal dua jenis teknologi proses produksi, yaitu : Proses Kontinu proses
ini umumnya dimaksudkan untuk menghasilkan volume output yang besar. Karena
sifat operasinya yang berulang-ulang, maka dapat dicapai optimasi dan efisiensi
yang tinggi dalam peggunaan sumber daya, baik peralatan maupun tenaga kerja.
Contoh : pada perusahaan manufaktur yang menghasilkan keperluan sehari-hari,
seperti pesawat televisi, mesin cuci dan lain-lain. Industri-industri seperti
kilang minyak, pupuk juga menerapkan proses kontinu proses Intermitten atau Batch
proses ini digunakan bila pabrik menangani bermacam-macam proses yang berbeda.
Misalya satu set rangkaian peralatan tertentu disusun untuk memroses satu
agregat atau batch produk tertentu, kemudian dihentikan dan di set kembali
untuk memroses jenis produk lain yang berbeda. Peralatannya terdiri dari
mesin-mesin yang berfungsi multipurpose sehingga lebih fleksibel, yaitu dapat
memenuhi lebih dari satu variasi produk.Ada berbagai macam faktor perlu
dipertimbangkan dalam memilih jenis teknologi, yaitu: Pertama, jenis teknologi
yang diajukan harus dapat menghasilkan mutu produksi yang dikehendaki pasar.
Kedua, teknologi tersebut harus cocok dengan persyaratan yang diperlukan untuk
mencapai kapasitas produksi ekonomis yang telah ditentukan.
Pilihan jenis teknologi juga akan
dipengaruhi oleh kemungkinan pengadaan tenaga ahli, bahan baku dan pembantu
yang diperlukan untuk penerapannya. Dalam studi kelayakan proyek hendaknya
diperhatikan pula jenis dan jumlah tenaga ahli, bahan baku dan pembantu
tersebut serta kemungkinan pengadaan dan biayanya, baik untuk jangka pendek
maupun panjang.
1. Faktor pengadaan teknologi
Untuk proyek-proyek seperti ini
faktor pengadaan teknologi, termasuk tenaga ahli tidak terlalu sulit; yang
perlu diperhitungkan oleh pemilik proyek hanyalah penyediaan tenaga lokal yang
akan menerima pendidikan dari tenaga ahli produsen mesin. Dalam hal ini faktor
pengadaan teknologi berikut tenaga ahlinya harus benar-benar diperhitungkan,
termasuk jumlah biayanya.
Bilamana teknologi yang diperlukan
harus diperoleh dari perusahaan lain, perlu pula diteliti cara pengadaan mana
yang paling manguntungkan. Secara umum hak patent dapat diperoleh dengan tiga
macam cara yaitu, menyewa, membeli dan mendirikan perusahaan patungan dengan
pemilik patenr. Diantara pemilik dan penyewa akan diatur hak penggunaan
teknologi dan pengalihan keahlian tertentu dengan syarat-syarat yang disetujui
kedua belah pihak. Di dalam perjanjian sewa-menyewanya akan dicantumkan dengan
jelas dan terperinci batasan teknologi yang disewakan seperti, garansi dari
pemilik, tanggung jawab penyewa, jumlah penyewa, jumlah biaya penyewaan, jangka
waktu perjanjian serta jenis bahan, peralatan dan tenaga ahli yang diperlukan.
2. Pemilihan mesin dan
peralatan
Pemilihan mesin dan peralatan seta
jenis teknologi mempunyai hubungan yang erat sekali. Keadaan tersebut menjadi
lain bilamana pengadaan teknologi dan mesin harus dilakukan secara terpisah.
Macam-macam faktor non teknologis yang lainnya:
(a) Keadaan infrastruktur dan
fasilitas pengangkutan mesin dari tempat pembongkaran pertama sampai ke lokasi
proyek.
(b) Keadaan fasilitas pemeliharaan
dan perbaikan mesin dan peralatan yang ada di sekitar lokasi proyek.
(c) Kemungkinan memperoleh
tenaga ahli yang akan mengelola mesin dan peralatan tersebut.
3. Gedung dan bangunan lain
Berdasarkan penentuan jenis
teknologi dan mesin serta peralatan yang akan digunakan, disusunlah perkiraan
jumlah biaya yang diperlukan untuk membangun gedung pabrik serta bangunan lain
yang diperlukan. Dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan untuk biaya
kebutuhan dana pembangunan gedung yaitu:
(1) Biaya pematangan tanah;
(2) Biaya pembangunan gedung
terdiri dari gedung pabrik, kantor gudang, ruangan rekreasi dan perumahan
karyawan inti (jika diperlukan)
(3) Biaya pembangunan pagar,
selokan, jalan, tempat parkir, penerangan, instalasi untuk menetralkan limbah
dan sebagainya.
3.
Penentuan Kapasitas Produksi
Kapasitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan
pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu. Kapasitas
dapat dilihat dari sisi masukan (input) atau keluaran (output).
Contoh kapasitas dari masukan (input), misalnya adalah kapasitas suatu
perguruan tinggi dapat dilihat dari kemampuannya untuk menampung mahasiswa;
kapasitas mesin komputer didasarkan pada jam kerja operasi per harinya. Contoh
kapasitas dari keluaran (output) misalnya, pabrik tempe di ukur dari
kemampuannya meghasilkan tempe; kapasitas perusahaan jasa rekrument ditentukan
dalam penyeleksian calon karyawan.[10]
Kapasitas produksi ekonomis adalah
volume atau jumlah satuan produk yang dihasilkan selama satuan waktu tertentu
misalnya satu hari, bulan atau tahun secara menguntungkan. Menentukan kapasitas
produksi ekonomis bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, namun penting peranannya
karena hasil yang ditentukan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
efisiensi operasi proyek yang akan didirikan. Di dalam kegiatan ini diperlukan
kerjasama yang erat antara para teknis dan ekonom. Besar kapasitas produksi
ekonomis ditentukan berdasarkan perpaduan hasil penelitian berbagai macam
komponen evaluasi yaitu perkiraan jumlah penjualan produk di masa yang akan
datang, kemungkinan pengadaan bahan baku, pembantu dan tenaga kerja inti dan
tersedianya mesin dan peralatan di pasar (dalam atau luar negeri).
Ada kemungkinan besar produk yang
akan dihasilkan masih merupakan barang baru di masyarakat; oleh karenanya
dibutuhkan tahap pengenalan dan pembinaan pasar terlebih dahulu. Satu hal yang
perlu diperhatikan adalah walaupun pada tahun-tahun awal operasi belum
dipergunakan kapasitas optimal, hendaknya diperhitungkan agar kapasitas
produksi awal yang dipilih masih lebih besar dari perkiraan permintaan produk
selama masa tersebut. Strategi ini diperlukan agar proyek dapat mengikuti
perkembangan permintaan pasar secara cepat, yang berarti pula dapat menjaga
agar saingan baru tidak mudah memperoleh kedudukan di pasar. Untuk menjaga agar
proyek tidak merugi karena strategi ini, maka hendaknya diperhitungkan agar
jumlah kelebihan kapasitas produksi masih di bawah tingkat titik impas (break
even point) proyek yang direncanakan.[12]
4.
Lokasi Usaha dan Layout Lokasi
Usaha
Ada tiga faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan
penentuan lokasi yaitu:[13]
(1) Strategi pemerintah dalam
pembangunan proyek industri.
Pemerintah, baik
tingkat pusat maupun daerah mempunyai peranan tertentu dalam menunjang
pembangunan industri dalam negeri. Peranan tersebut berupa dukungan, bimbingan
ataupun pemberian keringanan dan fasilitas yang kadangkala dikaitkan dengan
kegiatan investasi proyek di daerah-daerah yang ditentukan.
(2) Bobot pengaruh letak daerah
pemasaran produk dan sumber bahan baku terhadap efisiensi operasi proyek.
Pusat daerah
pemasaran produk dan sumber bahan baku mempunyai pengaruh yang berlainan pada
tiap jenis industri. Ada industri yang memerlukan lokasi di dekat pusat
pemasaran produk, ada jenis lain yang perlu berdekatan dengan sumber bahan
baku. Cara yang paling sederhana dalam menentukan lokasi proyek sehubung dengan
letak pasar dan bahan baku, adalah memperbandingkan kemudahan dan biaya pengangkutan
bahan baku ke pabrik dengan barang jadi dari pabrik ke pusat pemasaran.
(3) Faktor lingkungan setempat.
Kondisi
infrastruktur lokasi yang diteliti merupakan salah satu faktor utama yang harus
diperhatikan sebelum menentukan pilihan. Dalam banyak hal kondisi infrastruktur
juga akan mempunyai saham atas besar kecilnya jumlah biaya yang diperlukan
untuk membangun proyek secara keseluruhan.
Faktor pengadaan
tenaga kerja ahli dan terlatih merupakan aspek lain yang perlu dipertimbangkan
dalam pemilihan lokasi. Di samping infrastruktur dan lingkungan seperti yang
diuraikan di atas ada dua faktor lain yang perlu dipertimbangkan sebelum
menentukan letak pabrik, yaitu harga tanah serta biaya persiapan dan pematangan
tanah sehingga siap untuk ditempati.
Bagi bisnis jasa, letak lokasi
fasilitas jasa dapat di bagi dua. Pertama: pelanggan datang ke
lokasi fasilitas jasa, seperti pasien datang ke tempat praktek dokter. Kedua:
penyedia jasa mendatangi konsumen, seperti mobil pemadam kebakaran mendatangi
lokasi kebakaran. Penentuan lokasi fasilitas jasa perlu mempertimbangkan banyak
hal, antara lain : mudah dan dapat diakses oleh konsumen, lalu lintas
orang-orang, kepadatan dan kemacetan lalu-lintas, tempat parkir yang memadai,
dapat diperluas, lingkungan yang mendukung usaha, kesesuain dengan lokasi
pesaing, dan izin lokasi dari pihak berwenang.
Layout (Tata Letak)
Tujuan utama layout adalah
optimalisasi pengaturan fasilitas-fasilitas operasi sehingga nilai yang
diciptakan oleh sistem produksi menjadi maksimum. Berbagai pola layout seperti
layout fungsional, layout produk, layout kelompok, layout posisi tetap dapat
diterapkan dalam perusahaan. Namun yang terpenting dari penentuan layout adalah
memenuhi tujuan utama sebagaimana tersebut diatas.
Adapun kriteria yang dapat digunakan
untuk menilai layout pabrik menurut Suad Husnan dan Swarsono sebagai berikut :
Adanya konsistensi dengan teknologi produksi
·
Adanya arus produk dalam proses yang lancar dari
proses satu ke proses yang lain.
·
Penggunaan ruangan yang optimal
·
Terdapat kemungkinan untuk dengan mudah melakukan
penyesuaian maupun ekspansi
·
Meminimalisasi biaya produksi dan memberikan jaminan
yang cukup untuk keselamatan tenaga kerja.
Bagi bisnis jasa, tataletak (layout)
fasilitas jasa yang tersedia akan berpengaruh pada persepsi pelanggan atas
kualitas suatu jasa. Jadi, persepsi pelanggan terhadap suatu jasadapat di
pengaruhi oleh suasan yang dibentuk oleh eksterior fasilitas jasa tersebut,
sehingga tataletak dan lingkungan tempat penyampaian jasa penting diperhatikan.
Unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam tataletak fasilitas jasa meliputi:
Pertimbangan spasial. Maksudnya
adalah aspek-aspek seperti simetri, proporsi, tekstur, warna, dan lain-lain
hendak dipertimbangkan, dikombinasikan, dan dikembangkan untuk memancing
respons intelektual maupun emosional para pemakai atau orang yang melihatnya.
Perencanaan ruangan. Unsur ini
memiliki perancangan interior dan arsitektur, seperti penempatan perabotan dan
perlengkapannya dalam ruangan, desain aliran sirkulasi, dan lain-lain.
Perlengkapan/perabotan. Unsur ini
memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai tolak ukur status pemilik atau
penggunanya.
Tatacahaya. Unsur ini selain
berfungsi sebagai penerang ruangan, hendaknya juga memperhatikan aktivitas-aktivitas
yang dilakukan diruangan tersebut agar sesuai dengan
persepsi penyedia jasa dan pelanggan mereka.
Warna. Banak orang yang menyatakan
bahwa warna memiliki bahasanya sendiri karna dapat menggerakkan prasaan dan
emosi. Dengan begitu, pemilihan warna untuk ruangan menjadi penting.
Pesan-pesan yang disampaikan secara
grafis. Aspek-aspek penting dan saling terkait dalam undur ini adalah
penampilan visual, penempatan, pemilihan bentuk fisik, pemilihan warna,
pencahayaan, dan pemilihan bentuk perwajahaan lambang atau tanda yang digunakam
untuk maksud tertentu (misalnya penunjuk arah/tempat, keterangan/informasi, dan
sebagainya).
Dalam industri jasa, desain dan tata
letak fasilitas jasa erat hubungannya dengan pembentukan persepsi pelanggan.
Hal ini dapat gilirannya akan berpengaruh terhadap kualitas jasa tersebut di
mata pelanggan. Misalnya, pelanggan yang ingin mencari kenyaman suasana dalam
menikmati hidangan di restorant akan lebih menyukai restorant yang desainnya
menarik. Ada beberapa faktor utama yang berpengaruh dalam desain fasilitas
jasa, seperti:
· Sifat
dan tujuan perusahaan itu sendiri, karna hal ini akan menentkan berbagai
persyaratan desainnya.
· Ketersediaan
tanah dan kebutuhan akan ruang dan tempat dmana jasa akan ditawarkan.
· Fleksibilitas
desain apabila volume permintaan yang berunah-ubah dan spesifikasi jasa yang
cepat berkembang
· Faktor
estetis, penataan ang rapi dan menanrik pada fasilitas jaa akan dpat
meningkatka sikap positif pelanngan terhadap suatu jasa.
· Masyarakat
dan lingkungan skitar fasilitas jasa berpengaruh terhadap perusahaan, baik
secara positif maupun negatif dlihat dari sisi perusahaan
· Biaya
kontruksi dan operasi serta sumber daya lain.
5.
Rencana Operasional Jumlah Produksi
Aktifitas produksi hendaknya
direncanakan dengan baik, sehingga jumlah produksi yang dihasilkan tidak
terlalu banyak atau terlalu sedikit. Dalam industri jasa, ada beberapa faktor
utama yang mempengaruhi perencanaan jumlah produksi perusahaan, yang biasanya
dijadikan sebagai pembatas terhadap jumlah produksi yang akan dihasilkan.
Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
Permintaan. Jumlah permintaan
konsumen dapat diperkirakan dengan cara-cara seperti yang telah dipaparkan pada
bab mengenai aspek pasar dan pemasaran di depan. Kapasitas. Jumlah permintaan
hanya dapat disediakan berdasarkan pada kapasitas yang dimiliki oleh sumber
daya yang tersedia, terutama SDM. Suplai bahan. Biasanya, jumlah bahan yng
tersedia terbatas, bukan hanya jumlah, akan tetapi juga kesinambungan
penyediaan, usia bahan, dan fluktual harganya. Modal kerja. Kemampuan modal
kerja dalam membiayai produksi hendaknya tersedia sesuai dengan kebutuhannya.
6.
Rencana Pengendalian Persediaan Bahan Baku dan Barang
Jadi
Persediaan barang dalam kegiatan
proses jasa biasanya digunakan untuk mengantisipasi permintaan konsumen yang
meningkat secara tajam ataupun utnuk menghadapi kemungkinan berkurangnya suplai
bahan baku agar proses jasa tidak terganggu. Jumlah persediaan barang hendaknya
sesuai dengan kebutuhan, janga terlalu banyak atau terlalu sedikit. Untuk
mengendalikan hal seperti ini memerlukan manajemen persediaan. Manajemen
persediaan barang ada 2 macam, yaitu yang permintaannya bersifat independen,
dimana permintaan bahan tidak tergantung pada produksi barang lain; dan yang
bersifat dependen, dimana sifat permintaan barang yang tergantung pada jumalah
suatu produk yang dibuat.
Dalam bisnis jasa bahan yang digunakan lebih sedkit
dibandingkan bisnis manufaktur, walaupun demikian, manajemen persediaan tetap
penting untuk dikaji. Hal-hal yang perlu dikaji antara lain adalah:
Penentuan jumlah Order. Menentukan
jumlah order setiap kali pesanan secara sederhana dapat menggunakan
bermacam-macam model. Seperti model Economic Order Quantity (EOQ),
serta model-model operation research lainnya. Safety stock. Secara
sederhana, penetuan jumlah barang persediaan untuk pengamanan ini perlu
dianalisi agar ia tidak berlebih atau kurang. Inventory System. Suatu
cara untuk menentukan bagaimana dan kapan suatu pembelian dilakukan untuk
mengisi persediaan barang. Pada dasarnya ada dua cara, yaitu sistem reorder
point dan sistem periodic.
Bahan baku, Pembantu dan Pendukung Lainnya
Agar dapat bekerja dengan lancar
proyek membutuhkanbahan baku, pembantu dan bahan pendukung operasi pabrik dalam
jumlah tertentu. Bahan-bahan tersebut harus dapat memenuhi standar syarat
teknis produksi yang ditentukan misalnya standar mutu, serta dapat tersedia
dalam jumlah yang cukup setiap saat diperlukan.
Bahan baku dan pembantu
Tersedianya bahan baku dan pembantu
secara konstan dengan harga yang wajar merupakan salah satu syarat agar proyek
dappat beroperasi secara sehat di bidang teknis dan komersial.
Bahan pendukung operasi pabrik
Di samping bahan baku dan pembantu,
semua jenis pabrik membutuhkan berbagai macam bahan pendukung operasi
sehari-hari misalnya minyak solar, air, tenaga penggerak dan suku cadang mesin.
Pendirian Usaha atau proyek yang
dekat dengan bahan baku juga mempunyai beberapa keunggulan, antara lain supply bahan
mentah dapat menjamin kontinuitas kegiatan usaha, ongkos angkut bahan lebih
murah, dan perluasan usaha lebih mudah untuk dilakukan. Dilihat dari ongkos
angkut bahan mentah, apabila jumlah bahan mentah yang diangkut jauh lebih besar
daripada bahan jadi sebagai akibat proses produksi, lokasi usaha/proyek yang
dekat dengan bahan baku lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Contoh : apabila lokasi pabrik
kertas yang berorientasi pada pasar, keadaan ini bisa menyulitkan usaha/proyek
tersebut diliha dari biaya transportasi maupun kelancaran supply bahan
baku. Jumlah bahan baku yang diangkut jauh lebih besar daripada jumlah barang
jadi. Keadaan ini telah menyebabkan ongkos angkut bahan mentah lebih besar
daripada barang jadi. Dalam waktu lama kesalahan memilih lokasi akan
mempengaruhi aktivitas perusahaan, baik sebagai akibat sulitnya pengadaan
transportasi (ongkos angkut bahan mentah yang lebih besar) maupun jauhnya lokasi
proyek/pabrik dengan bahan baku yang tidak menjamin kelancaran supply bahan
baku karena pengaruh pengangkutan dan variabel-variabel lainnya.
Berdasarkan contoh diatas, dekat
tidaknya lokasi usaha dengan pasar atau bahan baku tergantung pada biaya pengangkutan
dari bahan mentah dan bahan jadi. Semakin kecil peranan ongkos angkut, semakin
tidak berpengaruh pula faktor pasar dan bahan baku dalam menentukan lokasi
usaha/proyek yang direncanakan.
7.
Pengawasan Kualitas Produk, Baik Dalam Bentuk Barang Ataupun
Jasa
Kualitas jasa merupakan suatu
kesatuan karakteristik tertentu yang menentukan apakah jasa dapat memenuhi
haraan para konsumen. Kualitas dapat dipahami dengan menggunakan trilogi
manajerial, yang meliputi perencanaan, perbaikan, dan pengendalian. Trilogi
yang sama dapat juga di terapkan pada bidang kualitas.[24]
Perencanaan kualitas. Aktifitas
ini terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:
v Menentukankan siapa konsumennya
v Menentukan apa kebutuhan atau keinginan
konsumen
v Mengembangkan jasa dan kualitas yang
sesuai
v Mengembangkan proses jasa sebagai pedoman
bagian operasi/produksi.
Pengendalian kualitas. Aktivitas
ini dilakukan pada tahap operasi, langkah-langkah yang dilakukan yaitu:
v Evaluasi performansi aktual.
v Membandingkan performansi aktual dengan
sasaran yang direncanakan.
v Mengambil tindakan terhadap penyimpangan
Perbaikan Kualitas. Ketiga
aktifitasa dari trilogi itu ditujukan untuk mencapai tingkat yang lebih baik
dri pada sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar