Tugas Softkill
Materi
Etika Bisnis
Disusun Oleh:
Nama :
Achmad Sobari
NPM : 30416067
Kelas : 4ID11
Mata Kuliah :
Softkill
Dosen : Dini
Tri Wardani
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI
INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2020
Dalam dunia bisnis,
etika adalah hal penting yang sangat diperlukan untuk membantu mengelola serta
menjalankannya. Sebagai makhluk sosial, tentunya kita tidak bisa hidup sendiri
dan perlu menjalin hubungan dengan sesama. Untuk menjalin hubungan tersebut ada
nilai yang tergabung dan tata cara hidup dalam lingkungan bermasyarakat atau
biasa disebut dengan etika. Etika yang baik tentunya akan membantu Anda dalam
mengembangkan bisnis dengan lebih mudah.
Etika Bisnis adalah
cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan
dengan individu, perusahaan, dan masyarakat. Etika bisnis memiliki peranan
penting karena dapat membentuk nilai, normal, serta perilaku karyawan dan
pimpinan guna membangun hubungan adil dan sehat dengan mitra kerja, pemegang
saham, atau masyarakat.
Etika bisnis
adalah aturan yang tidak tertulis soal cara menjalankannya dengan adil dan
sudah sesuai dengan hukum yang diberlakukan negara, serta tidak tergantung pada
kedudukan individu atau perusahaannya di dalam masyarakat. Etika bisnis bisa menjadi
standar serta pedoman bagi setiap karyawan termasuk manajemen dan dijadikan
sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan landasan
kejujuran, moral luhur, transparansi, serta sikap profesional.
Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli
Etika adalah
sebuah kata yang berarti ethos (berasal dari Bahasa Yunani).
Etika memiliki kaitan dengan sistem nilai tentang bagaimana manusia hidup yang
akan terwujud dalam pola perilaku dan dilakukan secara berulang. Berikut ini
ada beberapa ahli yang mengutarakan pendapatnya mengenai pengertian etika
bisnis.
a. Steade Et Al
Etika bisnis
adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan
bisnis.
b. Velasques
Studi yang
dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada
standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku
bisnis.
c. Hill dan Jones
Etika bisnis
merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar. Di mana hal
tersebut dapat memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika
mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan
masalah moral yang kompleks.
d. Yosephus
Etika Bisnis
secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis
merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak
manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika
bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi
e. Brown dan Petrello
Brown dan
Petrello menyatakan bahwa Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang
dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat
meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk
memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh.
f. Bertens
Etika bisnis
bahkan lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan
standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena
dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur
oleh ketentuan hukum.
f.
Muslich (2004:9)
Etika bisnis
adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan
bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara
universal
g. Sumarni (1998:21)
Etika bisnis
ini terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang
mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha
Prinsip
etika bisnis Bertens (2013:25) mengemukakan bahwa bisnis yang beretika ini
perlu dipandang dari tiga sudut pandang, yaitu:
Sudut
pandang ekonomi
Bisnis yang baik akan menghasilkan keuntungan tanpa merugikan orang lain.
Bisnis yang baik akan menghasilkan keuntungan tanpa merugikan orang lain.
·
Sudut pandang hukum
Bisnis yang baik tidak melanggar aturan-aturan hukum yang berlaku dan telah ditetapkan.
Bisnis yang baik tidak melanggar aturan-aturan hukum yang berlaku dan telah ditetapkan.
·
Sudut pandang moral
Bisnis yang baik tentunya sesuai dengan ukuran-ukuran moralitas. Sementara itu, ada lima prinsip yang dapat dijadikan sebagai pedoman perilaku untuk menjalankan bisnis etika tersebut. Hal ini dikemukakan oleh Sonny Keraf (1998), yaitu:
Bisnis yang baik tentunya sesuai dengan ukuran-ukuran moralitas. Sementara itu, ada lima prinsip yang dapat dijadikan sebagai pedoman perilaku untuk menjalankan bisnis etika tersebut. Hal ini dikemukakan oleh Sonny Keraf (1998), yaitu:
·
Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran
menanamkan sikap bahwa sesuatu yang dipikirkan berarti sesuaut yang dikatakan,
sementara apa yang dikatakan adalah sesuatu yang dikerjakan. Prinsip ini
mengedepankan kepatuhan dalam melaksanakan komitmen serta perjanjian yang sudah
disepakati.
·
Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi memegang teguh kemandirian, tanggung jawab, dan kebebasan. Hal ini berarti bahwa orang yang mandiri adalah orang yang mampu memutuskan dan melakukan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri berdasarkan dengan apa yang diyakini dan bebas dari hasutan, tekanan, serta ketergantungan.Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menanamkan kesadaran jika dalam menjalankan bisnis memerlukan win-win solution, di mana setiap keputusan dan tindakan bisnis yang dilakukan harus diusahakan supaya semua pihak merasa diuntungkan.
Prinsip otonomi memegang teguh kemandirian, tanggung jawab, dan kebebasan. Hal ini berarti bahwa orang yang mandiri adalah orang yang mampu memutuskan dan melakukan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri berdasarkan dengan apa yang diyakini dan bebas dari hasutan, tekanan, serta ketergantungan.Prinsip Saling Menguntungkan
Prinsip ini menanamkan kesadaran jika dalam menjalankan bisnis memerlukan win-win solution, di mana setiap keputusan dan tindakan bisnis yang dilakukan harus diusahakan supaya semua pihak merasa diuntungkan.
·
Prinsip Keadilan
Dalam prinsip ini tertanam sikap untuk memperlakukan semua pihak dengan adil, yakni tidak membedakan siapa pun dari berbagai aspek.
Dalam prinsip ini tertanam sikap untuk memperlakukan semua pihak dengan adil, yakni tidak membedakan siapa pun dari berbagai aspek.
·
Prinsip Integritas Moral
Prinsip integritas moral adalah prinsip teguh untuk tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati, baik harkat dan martabatnya.
Prinsip integritas moral adalah prinsip teguh untuk tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati, baik harkat dan martabatnya.
3 Prinsip Umum dalam Etika Bisnis
Dalam
praktiknya, ada tiga prinsip umum dalam etika bisnis yang tentunya akan
memudahkan Anda dalam mengimplementasikannya.
a. Adanya rasa saling percaya satu
sama lain
Rasa
saling percaya satu sama lain tentunya akan membantu implementasi etika bisnis
yang baik melalui sikap saling mematuhi perjanjian dan aturan yang sudah
disepakati sebelumnya.
b. Rasa Tanggung Jawab
Prinsip
umum yang penting dalam etika bisns adalah tanggung jawab. Maksud dari tanggung
jawab di sini adalah komitmen perusahaan untuk menciptakan kemakmuran yang
tidak terbatas hanya pada pemegang saham, tapi juga pemangku kebijakan serta
lingkungan operasional perusahaan.
c. Menghargai Lingkungan
Prinsip
yang tidak kalah penting adalah selalu menghargai lingkungan tempat tinggal
Anda. Setiap perusahaan harus mampu menjaga, mengelola, serta memanfaatkan
sumber daya alam dengan efisien demi kelangsungan kelestarian alam serta
lingkungan.
Manfaat Penerapan Etika Bisnis
Tahukah
Anda bahwa mempraktikkan etika bisnis dalam perusahaan tentunya akan memberikan
berbagai manfaat. Apa sajakah?
a. Manajemen yang Efektif
Salah
satu manfaat yang didapatkan dengan menerapkan etika bisnis adalah manajemen
yang lebih efektif. Etika ini akan memberikan dampak positif karena adanya
kepatuhan terhadap aturan yang diberlakukan.
b. Kepatuhan
Manfaat
yang tidak kalah penting dalam pengimplementasian etika bisnis adalah
meningkatnya kepatuhan terhadap aturan yang diberlakukan dalam perusahaan.
c. Peningkatan Reputasi
Terakhir,
manfaat dari etika bisnis adalah meningkatnya reputasi perusahaan. Hal ini
ditandai dengan meningkatnya suasana integeritas di dalam suatu perusahaan.
Nah,
itu dia ulasan mengenai etika bisnis dari sisi pengertian, prinsip, dan
manfaatnya. Perlu diingat bahwa etika bisnis memiliki peranan penting untuk
kelancaran usaha yang dijalankan oleh suatu perusahaan. Jalinlah hubungan yang
baik dengan mitra kerja Anda agar bisnis pun berjalan dengan baik.
Contoh
Etika Bisnis
1.
Menyebutkan Nama
Pengusaha biasanya
akan menyebutkan nama secara lengkap ketika bertemu dengan orang baru. Hal ini
penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki etika yang baik. Namun,
jika nama Anda terlalu panjang untuk diucapkan, Anda dapat menyingkatnya
sedikit.
2. Berdiri Saat
Berkenalan
Selain menunjukkan
kesopanan, berdiri saat memperkenalkan diri juga mempertegas kehadiran Anda.
Namun, jika kondisinya tidak memungkinkan untuk berdiri, Anda dapat sedikit
membungkuk. Dengan begitu, rekan bisnis akan melihat bahwa Anda adalah orang
memiliki nilai positif dan memiliki citra baik.
3. Ucapkan Terima
Kasih
Ketika Anda
menghadiri suatu acara bisnis jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima
kasih, misalnya “terima kasih sudah datang”. Namun, jangan pernah ucapkan kata
tersebut secara berlebihan. Dengan mengucapkan terima kasih secara berlebih,
rekan kerja akan memandang bahwa Anda sangat membutuhkan bantuan dari mereka.
Setelah pertemuan selesai, ada baiknya untuk mengirimkan pesan dan mengucapkan
terima kasih melalui email.
4. Bayar Tagihan
Ketika Mengundang
Terkadang pertemuan
bisnis dilakukan di luar kantor, misalnya di sebuah kafe, restoran dan lain
sebagainya. Sebagai tuan rumah yang mengundang pertemuan, ada baiknya membayar
tagihan tersebut. Jika rekan bisnis menolak karena alasan dia laki-laki dan
Anda perempuan, Anda tetap harus membayarnya dan katakan bahwa perusahaan akan
menggantinya.
·
Pengendalian Diri
Pelaku bisnis
harus mampu mengendalikan diri mereka untuk tidak memperoleh apapun dari
siapapun dalam bentuk apapun.
·
Pengembangan Jati Diri
Dengan
memahami etika yang baik, setiap pebisnis dapat membentuk sebuah jati diri
perusahaan sehingga akan memberikan dampak yang cukup besar bagi perusahaan
seperti matangnya konsep bisnis perusahaan sehingga membuat bisnis dapat
berjalan dengan lancar.
·
Suasana Persaingan Sehat
Persaingan
bisnis yang ketat baik terjadi pada internal atau eksternal perusahaan. Hal
tersebut dapat diatasi dengan sehat jika memiliki kesadaran atas etika
bisnis serta tanggung jawab yang baik saat akan menjalankan suatu bisnis.
Sehingga hal ini dapat membuat bisnis tersebut mampu bersaing di tengah
persaingan yang ketat.
·
Sikap Saling Percaya
Dengan adanya
sikap saling percaya antar individu maka akan memberikan kelancaran pada suatu
bisnis.
·
Kepentingan Bersama
Dengan kesadaran
etika pada tiap individu, akan berdampak pada pelaku bisnis untuk lebih
memperhatikan kepentingan bersama daripada kepentingan individu. Sehingga untuk
mewujudkan tujuan atau meraih kesuksesan dalam menjalankan bisnis tidak
begitu sulit.
·
Kenyamanan dalam Berbisnis
Kenyamanan
berbisnis ini dapat mendorong pelaku bisnis untuk bekerja lebih optimal
sehingga memberikan dampak positif bagi bisnis seperti tercapainya tepat waktu.
Hal ini pun dapat juga memberikan peran penting dalam meraih kesuksesan dalam
berbisnis.
Tujuan
Etika Bisnis
·
Sedangkan tujuan etika
bisnis salah satunya ialah memberikan kesadaran akan moral dan memberikan
batasa kepada para pelaku bisnis supaya dalam menjalankan bisnisnya dengan
bersikap baik, sehingga tidak berperilaku yang dapat merugikan banyak pihak
yang ada hubungannya dengan bisnis tersebut.
·
Jadi etika bisnis dapat
mengatur dan mengarahkan para pelaku bisnis untuk mewujudkan manajemen maupun
citra yang baik dalam berbisnis, sehingga bisnis tersebut dapat diikuti oleh
semua orang yang mempercayai adanya bahwa bisnis itu memiliki etika yang baik.
·
Dan dengan etika bisnis
juga maka kegiatan bisnis dapat jauh dari citra buruk seperti citra yang kotor,
licik dan penuh dengan penipuan. Ciri-ciri bisnis yang memiliki etika baik
diantaranya seperti tidak merugikan pembisnis atau usaha orang lain, tidak
melanggar aturan atau hukum yang berlaku, tidak membuat suasana yang tidak
kondusif pada saingan bisnisnya dan memiliki izin usaha yang sah serta jelas.
