TUGAS MERINGKAS MATERI CARA
MENYUSUN RENCANA BISNIS
Disusun Oleh :
Nama
/ NPM :
Achmad Sobari / 30416067
Kelas :
4ID11
Mata
Kuliah : Kewirausahaan #
Dosen :
Dini Tri Wardani
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2020
Saat ini, banyak sekali orang-orang yang memutuskan
untuk membuka bisnisnya sendiri. Seorang pebisnis, tentunya perlu membuat
bisnis plan untuk menjalankan bisnis dengan baik. Namun,
rencana bisnis sering kali hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Hal ini karena parameter
ekonomi di dalam pasar secara nyata sangat sulit diprediksi dan dapat berubah
sewaktu-waktu. Untuk itu, motivasi dan niat dari pebisnis itu sendiri yang akan
menyebabkan suatu bisnis dapat bertahan atau tetap berjalan walaupun hasil
dengan perencanaannya menyimpang.Lalu, apa sebenarnya tujuan dibuatnya
bisnis plan dan bagaimana cara yang harus dilakukan untuk
menyusunnya? Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai bisnis plan atau rencana bisnis ke depannya.
1. Pengertian Business Plan
Data penelitian
mengungkapkan, dari 100 orang pendiri perusahaan yang mempunyai pertumbuhan
tinggi, terungkap bahwa para wirausaha sedikit sekali yang melakukan
perencanaan usaha (business plan) pada tingkat awal. Bahkan 41% dari
mereka tidak mempunyai rencana usaha, 26% hanya memiliki perencanaan seadanya,
5% hanya membuat proyeksi keuangan, dan 28% membuat perencanaan usaha secara
jelas. Cerita lain, ketika seorang direksi bank yang ingin membuat usaha,
dihitunghitung terus berbagai kalkulasi mengenai usaha yang akan dilakukannya gadaan
peralatan. Pengertian lain Perencanaan usaha/bisnis (Business Plan) adalah
rencanarencana tentang apa yang dikerjakan dalam suatu bisnis ke depan meliputi
alokasi sumberdaya, perhatian pada faktor-faktor kunci dan mengolah
permasalahanpermasalahan dan peluang yang ada. Kadang-kadang banyak orang
berpikir bahwa perencanaan bisnis hanya untuk sebuah bisnis baru atau sebuah
proposal untuk mencari pinjaman dana ke pihak perbankan atau bagaimana
mendatangkan investor baru dalam bisnis. Sebenarnya tidak sederhana hal di
atas, perencanaan bisnis juga penting untuk suatu bisnis yang sedang berjalan.
Bisnis membutuhkan perencanaan untuk pertumbuhan yang optimis dan
pengembangan-pengembangan dengan skala prioritas. Perencanaan Usaha/Bisnis
sendiri adalah suatu hasil pemikiran, dimana isi dari perencanaan harus mampu
mendukung pencapaian tujuan-tujuan perusahaan/bisnis.
2. Tujuan Bisnis Plan
Bisnis plan sangat penting dilakukan karena
memiliki beberapa tujuan utama yang dapat menguntungkan perusahaan ke depannya.
Berikut ini beberapa tujuan dari adanya bisnis plan:
·
Membantu Anda
agar tetap kreatif dan fokus pada tujuan yang telah ditetapkan saat awal ingin
membuka sebuah bisnis.
·
Alat untuk
mencari dana, sehingga Anda dapat mengatur keuangan dan berhasil dalam
bisnis.
·
Sarana
komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana.
Hal ini akan membuat mereka mengerti tujuan dan cara operasional bisnis Anda.
·
Mempermudah
untuk menjalankan usaha dengan mengetahui langkah-langkah praktis dalam
menghadapi persaingan, membuat promosi, dan sebagainya, sehingga usaha akan
lebih efektif dan menghasilkan keuntungan.
·
Membuat
pengawasan lebih mudah dalam operasional yang akan dilakukan.
3. Cara Menyusun Bisnis Plan
Suatu perusahaan atau pelaku bisnis harus bisa
memahami dan menyusun bisnis plan bagi perkembangan bisnis
mereka. Berikut ini adalah beberapa cara atau langkah dalam menyusun
bisnis plan dengan baik.
4.
Kenali Bisnis
Pelajari dan pahami secara menyeluruh dan mendalam
mengenai bentuk, potensi, dan segala tantangan yang ada pada bisnis. Dalam
tahap ini Anda bisa menggunakan Teknik. Ini adalah langkah awal yang sangat
penting untuk membangun bisnis yang sesuai dengan keinginan dan dapat
memberikan keuntungan maksimal.
Dengan mengenali bisnis yang dimiliki, Anda akan
mengetahui langkah seperti apa ke depan dan memahami setiap resiko yang mungkin
bisa terjadi.
5.
Tentukan Arah
Pandangan yang terarah mengenai tujuan dan sasaran
perusahaan memang harus dimiliki seluruh pebisnis. Dengan adanya arah yang jelas,
maka Anda tak akan kesulitan nantinya dalam merancang alur dari rencana bisnis
tersebut. Buatlah tujuan dan sasaran bisnis yang jelas dan terarah agar dapat
mencapainya dengan lebih mudah.
6.
Tentukan Target
Bisnis
Dengan menentukan target bisnis plan yang tepat,
Anda bisa menyesuaikan konten bisnis plan dengan baik dan benar. Misalkan
target bisnis plan adalah klien, maka Anda harus menyusun rencana bisnis
tersebut dengan lebih serius, mendalam, dan profesional. Dengan adanya target,
Anda akan semakin terpacu untuk mencapai apa yang ditetapkan sedari awal.
7.
Tulis Rencana
Bisnis
Jika Anda sudah memahami ketiga langkah di atas,
maka Anda bisa langsung menuliskan rencana bisnis. Berikut adalah beberapa hal
yang perlu dituliskan dalam bisnis plan:
·
Misi Bisnis
·
Ringkasan
Efektif
·
Penawaran
Produk atau Jasa
·
Target Pasar
·
Marketing Plan
·
Analisis
Industri dan Tingkat Persaingan
·
Laporan
Keuangan
·
Resume of
Company Principal
·
Penawaran
·
Lampiran
Bisnis plan memang tidak wajib
dilakukan pebisnis sebelum memulai usaha, namun ada baiknya untuk meluangkan
waktu dalam menulis bisnis plan. Saat Anda mulai menulis
bisnis plan, tanpa disadari Anda dapat mengetahui seberapa besar
keinginan untuk membuka bisnis tersebut dan seberapa besar kesiapan Anda.
Setelah memutuskan untuk berbisnis, berarti Anda
juga harus siap mengelola keuangan dengan baik. Untuk mengelola keuangan dengan
baik, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi online seperti
Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat mempermudah
proses akuntansi bisnis hingga membuat laporan keuangan.Dengan begitu Anda
dapat dengan mudah melihat kondisi keuangan perusahaan dan mengetahui langkah
apa yang diambil ke depannya.
Bentuk
kewirausahaan yang dilakukan oleh kedua mitra juga merupakan sebuah bisnis yang
terdiri atas seluruh aktivitas dan usaha untuk mencari keuntungan dengan
menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan bagi sistem perekonomian (Boone dan
D. Kurtz, 2007: 5). Lebih jelasnya, Musselman dan Jackson (1992) mengatakan
bahwa bisnis adalah jumlah keseluruhan aktivitas yang terorganisasi dalam
bidang perniagaan dan industri penyediaan barang dan jasa agar kebutuhan
masyarakat terpenuhi serta dapat memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat.
Salah satu bentuk pengorganisasian bisnis adalah melakukan perencanaan bisnis
(business plan)
8. METODE
Kegiatan
pengabdian masyarakat ini diawali dengan program pelatihan-pelatihan. Sebelum
dilakukan pelatihan, terlebih dahulu dilakukan diskusi, evaluasi, dan analisis
situasi dengan para anggota kedua mitra untuk mengetahui permasalahan utama
yang sedang dihadapi, khususnya terkait dengan keberlanjutan usaha dan strategi
promosi. Setelah menganalisis permasalahan, dilakukan berbagai pelatihan untuk
menjawab dan memperbaiki kebutuhan-kebutuhan yang sudah dirumuskan dalam bentuk
pelatihan perencanaan bisnis, strategi promosi, dan dasar-dasar perancangan
desain grafis. Pelatihan diadakan sebanyak sebelas kali pertemuan, yakni enam
kali di Sekar Arum (yang kemudian berganti nama Code Arum) dan lima kali di Sanggar
Batik Jenggolo. Pelatihan perencanaan bisnis dimulai dengan analisis target
pasar dan analisis potensi mitra, termasuk di dalamnya karakteristik unik dari
target pasar mitra serta menemukan kemungkinan celah-celah pengembangan pasar
baru. Selain itu, dilakukan analisis SWOT (strength/kekuatan,
weakness/kelemahan, opportunity/peluang, dan threat/ancaman/hambatan) terhadap
kedua kelompok usaha tersebut untuk melihat potensi mereka beserta penentuan
prioritas strategi keberlanjutannya untuk kurun waktu tertentu.
Prinsip Business
Plan Adapun prinsip-prinsip dalam perencanaan usaha itu sebagai berikut:
a. Perencanaan usaha harus dapat diterima
oleh semua pihak.
b. Perencanaan usaha harus fleksibel dan
realistis.
c. Perencanaan usaha harus mencakup
seluruh aspek kegiatan usaha.
d. Perencanaan usaha harus merumuskan
cara-cara kerja usaha yang efektif dan efisien.
Manfaat Business Plan Adapun manfaat
perencanaan usaha itu di antaranya:
a. Membimbing jalannya kegiatan usaha.
b. Mengamankan kelangsungan hidup usaha.
c. Mengembangkan kemampuan manajerial di
bidang usaha.
d. Sebagai pedoman/petunjuk bagi pimpinan
perusahaan di dalam menjalankan usahanya.
e. Mengetahui apa-apa yang akan terjadi
dalam usaha.
f. Sebagai alat berkomunikasi dalam
usaha.
g. Sebagai alat untuk memperkecil risiko
usaha.
h. Memperbesar peluang untuk mencapai
laba.
i. Memudahkan perolehan bantuan kredit
modal dari bank
j. Sebagai pedoman di dalam pengawasan.
Dalam dunia
praktek sehari-hari, ternyata banyak kendala yang ditemui baik dalam membuat
business plan maupun implementasinya. Kendala yang sering ditemui dalam membuat
business plan adalah sulitnya menemukan ide-ide yang dapat dijadikan proyek
bisnis yang menguntungkan. Kendala lahirnya ide-ide kreatif yang punyai nilai
ekonomis ini banyak terjadi karena kita sendiri sering kali kurang menyadari
bahwa ide adalah hasil proses alam bawah sadar sehingga ide tidak akan hadir
berkali-kali. Di sisi lain kita juga sering kurang peka terhadap lingkungan
sekitar dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, padahal ide-ide
kreatif, inovatif dan bernilai ekonomis justru sering lahir dari kepekaan kita
terhadap lingkungan dan kemampuan kita merubah tantangan menjadi peluang.
Setelah kita
mampu membuat business plan-pun seringkali tidak bisa diimplementasikan, alasan
utama adalah kendala modal. Kadangkala modal tidak menjadi masalah tetapi
keberanian untuk memulai yang belum ada atau nyaris tidak ada. Banyak faktor
yang menyebabkan semua ini terjadi, ada faktor di luar ekonomi, misalnya kultur
di Indonesia yang masih menganggap profesi wirausaha sebagai profesi kurang
terhormat, sehingga banyak orang tua yang lebih menginginkan anakanaknya
berprofesi sebagai PNS, ABRI atau Pegawai Swasta. Faktor lain adanya anggapan
bahwa berwirausaha selalu faktor modal yang utama, padahal banyak bukti
pengusaha/entrepreneur sukses justru memulai usaha dari nol alias tanpa modal.
Banyak
entrepreneur sukses menganggap dalam memulai bisnis modal utamanya adalah
ide-ide cemerlang, relasi ataupun impian-impian yang tinggi yang kadang menurut
orang lain tidak masuk akal, tapi dengan sedikit kecerdikan dan keberanian
mengambil risiko (ciri seorang entrepreneur) mampu melahirkan pengusahapengusaha
yang handal dan sukses. Harapan penulis mudah-mudah setelah membaca tulisan ini
pembaca akan tertarik untuk menuangkan ide cemerlangnya menjadi sebuah rencana
usaha/business plan yang layak diimplementasikan, profitable dan berprospek cerah,
sehingga hasil akhirnya akan mampu melahirkan wirausahawan yang berhasil.

