Minggu, 30 Juni 2019

KECELAKAAN KERJA DUA PEKERJA DI TULUNGAGUNG TERTIMPA MARMER , SATU TEWAS


PENGETAHUAN LINGKUNGAN
KECELAKAAN KERJA DUA PEKERJA DI TULUNGAGUNG TERTIMPA MARMER , SATU TEWAS



Disusun Oleh :
      Nama  / NPM                          : Achmad Sobari                     / 30416067
      Kelas                                       : 3ID11
      Hari / Tanggal                         : Minggu / 30 Juni 2019
      Mata Kuliah                            : Pengetahuan Lingkungan #
      Dosen                                      : Adi Pramudyo





JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019
            Kecelakaan kerja yang terjadi di tulungagung di industri pengolahan batu marmer yang mengakibatkan kecelakaan kerja pada pekerja dan menewaskan satu orang pekerja pengolahan batu marmer. Pekerja industri pengolahan batu marmer di Tulungagung tertimpa lempengan batu saat akan menurunkan dari atas truk. Akibatnya, satu orang tewas di lokasi kejadian dan satu korban lainnya patah tulang. Kapolsek campurdarat, AKP Nengah Suteja, mengatakan peristiwa itu terjadi di perusahaan pengolahan marmer permata stone di dusun cerme, desa gamping, kecamatan campurdarat, tulungagung. Korban tewas diidentifikasi bernama Sumaji umur 55 tahun warga desa setempat, sedangkan korban luka, Nuryani. Peristiwa kecelakaan kerja itu bermula saat korban dan sejumlah pekerja lain hendak menurunkan lempengan marmer berukuran 240 X 180 cm dari atas truk. Berbagai peralatan pendukung juga disiapkan, termasuk rantai dan tali semua alat sudah siap, namun saat mau diturunkan ikatannya lepas, sehingga lempengan marmer itu roboh dan mengenai korban yang ada di tas truk ujarnya.
            Kejadian itu, sejumlah rekan korban langsung berusaha memberikan upaya pertolongan, namun korban Sumaji tidak tertolong dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan korban Nuryani mengalami patah tulang. Korban luka selanjutnya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis dari hasil penyelidikan kami tidak menemukan adanya kelalaian, namun murni akibat kecelakaan kerja. Pihak perusahaan juga bertanggungjawab atas kejadian itu, “Saat ini keduanya sudah dievakuasi, korban meninggal sudah dilakukan visum dan saat ini telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Kemudian untuk Nuryani yang mengalami patah tulang sudah dibawa ke rumah sakit untuk proses perawatan medis”.
            Solusi yang harus diperhatikan yaitu dengan keutamaan keselamatan pekerja mengetahui lingkungan kerja dari berita diatas harus memperhatikan bahan atau mesin yang akan digunakan layak atau tidaknya, beban yang diangkat juga harus seimbang pada menggunaan tali dan yang terakhir juga jaga kesehatan atau fisik saat melakukan pekerjaan yang sangat berat.


DAFTAR PUSTAKA


Minggu, 28 April 2019

PERUSAHAAN MULTINASIONAL MCDONALD'S


PENGETAHUAN LINGKUNGAN
PERUSAHAAN MULTINASIONAL MCDONALD’S
 (SOFTKILL)



Disusun Oleh :
      Nama  / NPM                          : Achmad Sobari                     / 30416067
                                                        Chandra Willis M Loi          / 31416560
                                                         Ilham Riki Saputra              / 33416441
      Kelas                                       : 3ID11
      Kelompok                               : 7 (Tujuh)
      Hari / Tanggal                         : Jum’at / 27 April 2019
      Mata Kuliah                            : Ilmu Lingkungan #
      Dosen                                      : Adi Pramudyo



JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019

           
1.                  Sejarah McDonald's
Sejarah dalam Bisnis perusahaan makanan dan minuman yaitu McDonald didirikan dimulai pada tahun 1940 dengan dibukanya sebuah restoran oleh Dick dan Mac McDonald, di San Bernardino, California. Mereka memperkenalkan "Speedee Service System" pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji modern. Maskot awal McDonald's yang bernama Speede, adalah seorang pria dengan kepala berbentuk hamburger yang menggunakan topi koki. Speede kemudian digantikan oleh Ronald McDonald pada tahun 1963. McDonald's saat ini tidak menjadikan tahun 1940 sebagai tahun kelahiran restoran McDonald's. Mereka memilih 15 April 1955, ketika Ray Kroc membeli lisensi waralaba McDonald's dari Dick dan Mac di Des Plaines, Illinois, sebagai hari kelahirannya. Kroc kemudian membeli saham dari McDonald's bersaudara dan memimpin perusahaan ini melakukan ekspansi ke seluruh dunia. Saham McDonald's mulai dijual kepada publik tahun 1965. Sifat agresif yang dimiliki Kroc bertentangan dengan keinginan McDonald bersaudara. Kroc dan McDonald bersaudara bertikai untuk mengontrol bisnis ini, namun akhirnya McDonald bersaudaralah yang pergi meninggalkan perusahaan. Pada zaman ini banyak sekali konsumen yan sudah mengenal makanan dari perusahaan ini dan sudah terkenal di indonesia dan trus berkembang di indonesia karena banyak peminatnya, oleh karena itu perusahaa ini dapat bersaing dengan perusahaan makanan lainnya yang ada di indonesia. Selain menu makanan ayam perusahaan ini juga menyediakan minuman dan hidangan lainnya untuk di hidangkan untuk para pelanggan. Dan harganya juga cukup terjangkau dan kualitas serta kuantitas dari hidangan tersebut sangat baik sehingga dapat memuaskan keinginan dari konsumen yang datang ke MCD tersebut.



           
2.                  Struktur Organisasi McDonald’s
            Struktur organisasi McDonald's adalah struktur organisasi yang menunjukkan antara fungsi-fungsi dan otoritas relatif yang tanggung jawab individu dalam memimpin atau bertanggung jawab atas masing-masing fungsi respektif yang memiliki peranan penting dalam perusahaan McDonald's.



            Struktur organisasi McDonald’s adalah struktur organisasi lini/garis. Dengan menggunakan tipe organisasi ini, maka perintah dalam perusahaan mengalir dari Store Manager turun ke 1st Asistant Manager turun ke 2nd Asisstant Manager turun ke Junior Manager turun ke Trainee Manager turun ke Crew Leader dan lini paling bawah adalah Crew. Di luar lini tersebut juga terdapat STAR, C/S dan VIP yang bertanggung jawab penuh pada Store Manager. Store Manager selanjutnya bertanggung jawab kepada Operation Consultant. Operation Consultant akan bertanggung jawab kepada Operation Manager dan Operation Manager akan bertanggung jawab kepada Head Office Jakarta.


·         Store Manajer
            Store Manager merupakan pemegang jabatan tertinggi di sebuah
outlet McDonald’s. Jenjang pendidikan minimal untuk memegang jabatan ini adalah sarjana S1. Seorang Store Managerbertanggungjawab terhadap seluruh outlet yang dipimpinnya,termasuk staf dan crew, keuntungan dan kerugian serta memeriksalaporan bulanan.
·         First Assistant Manager
            First Assistant Manager bertugas menyelesaikan laporan bulanan, membantu mendidik trainee manager/manager junior dan second assistant manager, serta membantu store manager mengontrol semua elemen
·         Second Assistant Manager
Standar QSC di semua shift tanpa supervisi, wawancara dan memilih crew dan melakukan orientasi, taining crew trainer dan membantu melatih trainee manager dan swing manager, mendokumentasikan pada file personalia, memberi input pada penilaian prestasi kerja crew, menyelesaikan inventori mingguan dan laporan variance / statistik.

·         Junior Manager
            Menggunakan human relation dasar, komunikasi, dan kecakapan follow up dan memperlakukan crew sebagai customer, pelanggan sesering mungkin untuk mengukur dan meningkatkan kepuasan merekan terhadap pengalamannya di McDonald’s. Mengelola shift opening dan closing dengan pengawasan.
·         Secound Assistant Manager
Menjaga standar kritikal untuk holding times, kecepatan, kualitas pelayanan, kualitas produk mentah dan jadi, kebersihan dan sanitasi.
·         Crew Leader
Memperagakan secara konsisten keahlian melakukan pekerjaan stasion-stasion yang dijadwalkan selama shift Menunjukan keahlian melatih crew, menyelesaikan training untuk tiap-tiap crew yang ditugaskan dengan mengikuti tiap-tiap langkah sistemtraining crew dengan pendekatan secara bahu membahu. menentukan apakah petugas crew telah menyelesaikan training dan siap untuk diuji atau bila diperlukan lebih banyak waktu untuk praktek.

3.                  Visi
            Visi dari McDonald's Internasional maupun McDonald's Indonesia adalah “to be the world’s best quick service restaurant experience” (Menjadi restoran cepat saji yang paling berpengalaman dalam berbagai bidang pelayanan, paling cepat melayani dan terbaik di seluruh dunia). McDonald’s adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia. Untuk mencapai visi ini, McDonald’s selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang memuaskan, menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya. Senyum konsumen adalah hal penting untuk McDonald’s.

McDonald's menjadi terbaik dalam artian :
·         McDonald's
            Restoran McDonald's berarti menjadikan “The Golden Arches” (Lengkungan emas). Sebagai simbol pada McDonald's yang menjadikan lambangnya agar dapat mudah dikenal, dipercaya dan dihargai di seluruh dunia.
·         McDonald's terhadap pelanggan
            Menjadikan perusahaan terbaik yang berarti dalam melayani pelanggan yang sesuai dengan QSC&V dan pelanggan dapat menikmati produk McDonald's dalam melani menu apa saja yang akan di sajikan yang memiliki keunikan tersendiri pada setiap kunjungan mereka di seluruh McDonald's.
·         McDonald's terhadap lingkungan sekitar
            McDonald's yang dapat membuat mereka bangga atas keberadaan McDonald's di lingkungan mereka karena McDonald's merupakan perusahaan yang memiliki tingkat sosial, dengan kepedulian dalam lingkungan sekitar dengan baik dan tanggung jawab yang tinggi terhadap lingkungan. Dunia menjadi tempat yang lebih baik karena keberadaan McDonald's.
·         McDonald's terhadap pemilik
            McDonald's dapat membantu yang berarti memberikan peluang untuk mencapai kesuksesan dan mengembangkan modal sebagai pemilik dari bisnis ini dalam rekan kerja yang sesuai dalam membangun restoran dan menjadi rekan kerja yang memiliki kolaborasi kerjasama yang baik dalam tingkatannya.
·         McDonald's terhadap karyawan
            Karyawan yang berarti dalam memberikan peluang kerja, kompensasi kerja yang baik dalam berbagai bidang, pengembangan dengan kemajuan terhadap restoran McDonald's untuk pelatihan kerja dalam memperoses hasil yang maksimal, dan pekerjaan yang berarti bagi seluruh karyawan.
·         McDonald's terhadap suppliers
            Supplier yang berarti dalam investasi mereka akan berkembang menjadi bisnis yang profitable bersama McDonald's dan akan menjadi patner terbaik dalam bisnis ini untuk meningkatkan kerja sama yang baik dalam berbagai bisnis pada McDonald's.
·         McDonald's terhadap pemegang saham
            Pemegang saham yang mengartiakan  berkembang dengan keuntungan yang paling baik dalam perusahaan restoran McDonald's dan paling besar pada industri ini yang akan dipilih untuk mengartikan apa yang akan dilakukan terhadap perusahaan restoran dalam berbagai keuntungan.
·         Untuk Alliance Partners
            Alliance Partners yang mengartikan bahwa McDonald's bekerja sama dengan organisasi yang bagus dan dikenal di dunia, seperti Coca Cola, Disney dan The Olympics dalam rangka menjalin kerjasama dalam berbagai makanan dan minuman, dengan memperluas kerjasama yang baik dalam bidang makanan juga minuman, dan mempertahankan kepemimpinan McDonald's yang sudah tepat dalam proses pekerjaannya di perusahaan restoran McDonald's.

4.                  Misi
            McDonald's Internasional maupun McDonald's Indonesia yang berdiri dibidang makanan dan minuman untuk menjadikan restoran yang baik dalam internasional dan dapat mudah dipandang dari kalangan apa saja, yaitu dengan restoran McDonald's adalah “Memahami tentang misi kami dan bagaimana menjadikannya menjadi kenyataan pada restoran McDonald's” Menjadi perusahaan terbaik bagi semua karyawan kami di setiap komunitas di seluruh dunia. Menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional yang unggul bagi setiap konsumen kami di setiap restoran cabang McDonald’s. Terus mengalami perkembangan ke arah yang menguntungkan sebagai sebuah brand, serta terus mengembangkan sistem operasional McDonald’s ke arah yang lebih baik lagi lewat inovasi dan teknologi.

5.                  Kesimpulan   
            Kesimpulan diatas spesifikasi produk yang ditawarkannya dalam bidang restoran cepat saji dengan market pasar yang dapat memenuhi target pasar yang akan dikuasai oleh McDonald’s adalah pasar dunia. Mengenai teknologi yang digunakan, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk teknologi yang diterapkan dalam operasional McDonald’s mampu bersaing di pasaran dunia dalam bidang makan makanan dan minuman dan dapat memenuhi keinginan pelanggan dan pelayanan dengan baik.



Jumat, 29 Maret 2019

EKOLOGI, ILMU LINGKUNGAN DAN ASAS-ASAS PENGERTAHUAN LINGKUNGAN


PENGETAHUAN LINGKUNGAN
EKOLOGI, ILMU LINGKUNGAN DAN ASAS-ASAS PENGERTAHUAN LINGKUNGAN
(SOFTKILL)

   



Disusun Oleh :
      Nama  / NPM                          : Achmad Sobari  / 30416067
      Kelas                                       : 3ID11
      Hari / Tanggal                         : Sabtu / 30 Maret 2019
      Mata Kuliah                            : Pengetahuan Lingkungan #
      Dosen                                      : Adi Pramudyo




LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019

Pengertian Ekologi dan Ilmu lingkungan
          Ekologi adalah ilmu yang dapat mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi hubungannya makhluk hidup dan lingkungannya. Berdasarkan didalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem yang dimana dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu seperti pada faktor abiotik dan biotik.
          Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya.
          Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan dalam konsep ekologi adanya hubungan yang terjadi dengan adanya keterkaitan dan ketergantungan antara seluruh komponen ekosistem harus dipertahankan dalam kondisi yang stabil dan seimbang (homeostatis). Perubahan terhadap salah satu komponen akan memengaruhi komponen lainnya. Homeostatis adalah kecenderungan sistem biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam keseimbangan. Ekosistem mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya komponen penyusunnya yaitu organisme dan populasi. Dengan demikian, ekosistem dapat dianggap suatu cibernetik dialam. Namun manusia cenderung mengganggu dalam sistem pengendalian alamiah ini. Ekosistem merupakan kumpulan dari bermacam-macam dari alam tersebut, contoh hewan, tumbuhan, lingkungan, dan yang terakhir manusia.
       Ilmu lingkungan merupakan suatu ilmu yang mempelajari interaksi antara komponen – komponen fisik, kimia dan biologi yang ada di lingkungan serta merupakan suatu disiplin ilmu yang saling melengkapi dengan ilmu alam, ilmu teknik dan ilmu sosial. Dalam keterkaitannya dengan Ilmu lingkungan yang terjadi dalam alam hal ini konteks ilmu lingkungan tidak lepas dari prilaku manusia itu sendiri sebagai suatu komponen lingkungan yang paling dominan karena manusia senantiasa mengolah, mengambil dan mengembangkan sesuatu yang ada di alam itu sendiri. Lingkungan tentu diperlukan kesadaran dari manusia agar merasa memiliki dan mencintai segenap makhluk hidup dan alam lingkungannya sebagai tempat hidupnya.

            Asas – Asas Pengetahuan Lingkungan
    Pengetahuan dapat dalam mempengaruhi lingkungan memiliki beberapa asas dalam pengembangannya. Asas- asas tersebut diantaranya yaitu:
            ASAS 1
            Asas yang terkandung dalam semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai pengaruh dalam lingkungan energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan.
Contoh:
Banyaknya kalori, energi yang  terbuang dalam bentuk makanan diubah atau di olah dalam lingkungan hidup menjadi energi untuk tumbuh, berbiak, menjalankan proses metabolisme, dan yang terbuang sebagai panas.
            ASAS 2
            Tak ada system pengubahan energi yang betul- betul efisien dan dapat berubah ubah dalam bentukya dalam asas-asas ini tak lain adalah hokum Thermodinamika II, Ini berarti energi yang tak pernah hilang dari alam raya, tetapi energi tersebut akan terus diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Asas ini  sama dengan hukum termodinamika kedua dalam ilmu fisika. Hal ini berarti meskipun energi itu tidak pernah hilang, namun demikian energi tersebut akan diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Sumber alam adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh organisme hidup, populasi, atau ekosistem yang pengadaannya hingga ke tingkat optimum atau mencukupi, sehingga akan meningkatkan daya pengubahan energi.

            ASAS 3
            Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, termasuk kategori sumberdaya alam. Pengubahan energi oleh system biologi harus Berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi di lingkungannya. Pengaruh ruang secara asas adalah beranalogi dengan materi dan energi sebagai sumber alam.
Contoh:
Ruang yang sempit: dpt mengganggu proses pembiakan organisme dg kepadatan tinggi. Ruang yang terlalu luas: jarak antar individu dalam populasi semakin jauh, kesempatan bertemu antara jantan dan betina semakin kecil sehingga pembiakan akan terganggu. Jauh dekatnya jarak sumber makanan akan berpengaruh terhadap perkembangan populasi. Waktu sebagai sumber alam tidak merupakan besaran yang berdiri sendiri. Misal hewan mamalia dipadang pasir, pada musim kering tiba persediaan air habis di lingkungannya, maka harus berpindah kelokasi yang ada sumber airnya. Berhasil atau tidaknya hewan bermigrasi tergantung pada adanya cukup waktu dan energi untuk menempuh jarak lokasi sumber air. Asas 3 ini mempunyai implikasi yang penting bagi kehidupan manusia untuk mencapai kesejahteraannya

            ASAS 4
            Kategori sumber daya alam, kalau pengadaannya sudah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikannya yang dapat dirubah-ubah sering menurun dengan penambahan sumberalam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi.

Untuk semua kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampui batas maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan.  Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang  disebabkan oleh pengadaan sumberalam yang  sudah mendekati batas maksimum.
Contoh:
Pada keadaan lingkungan yang sudah stabil, populasi hewan atau tumbuhannya cenderung naik-turun (bukan naik terus atau turun terus). Maksudnya adalah akan terjadi pengintensifan perjuangan hidup,bila persediaan sumberalam berkurang. Tetapi sebaliknya, akan terdapat ketenangan kalau sumberalam bertambah, untuk semua kategori sumberdaya alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampaui batas maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum. Dari sini dapat ditarik suatu arti yang penting, yaitu karena adanya ukuran optimum pengadaan sumber alam  untuk populasi, maka naik turunnya jumlah individu populasi itu tergantung pada pengadaan sumber alam pada jumlah tertentu.
            ASAS 5
            Pada asas 5 ini ada dua hal  penting, pertama jenis sumber alam yang tidak dapat menimbulkan rangsangan untuk penggunaan lebih lanjut, sedangkan kedua sumber alam yang dapat menimbulkan rangsangan untuk dapat digunakan lebih lanjut.
Contoh:
Suatu jenis hewan sedang mencari berbagai sumber makanan. Kemudian didapatkan suatu jenis tanaman yang melimpah di alam, maka hewan tersebut akan memusatkan perhatiannya kepada penggunaan jenis makanan tersebut. Dengan demikian, kenaikan sumberalam (makanan) merangsang kenaikan pendayagunaan.



             ASAS 6
            Individu dan spesies yang  mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya terhadap adaktif, cenderung berhasil mengalahkan saingannya. Asas ini adalah pernyataan teori Darwin dan Wallace.  Pada jasad hidup terdapat perbedaan sifat keturunan Dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan fisik atau biologi. Kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga timbul persaingan. Jasad hidup yang kurang mampu beradaptasi akan kalah dalam persaingan. Dapat diartikan pula bahwa jasad hidup yang adaptif akan mampu menghasilkan banyak keturunan daripada yang non-adaptif.
              ASAS 7
            Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam yang mudah diramalkan keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan pada suatu periode yang relative lama dan Sedangkan lingkungan yang tidak stabil adalah lingkungan yang dihuni oleh spesies yang jumlahnya relatif sedikit.. Terdapat fluktuasi turun-naiknya kondisi lingkungan di semua habitat, tetapi mudah dan sukarnya  untuk diramal berbeda dari satu habitat ke habitat lain. Lingkungan yang stabil secara fisik merupakan lingkungan yang mempunyai jumlah spesies yang banyak, dan mereka dapat melakukan penyesuaian terhadap lingkungannya tersebut (secara evolusi) tidak saja melahirkan keanekaragaman spesies yang tinggi, tetap juga akan menimbulkan keanekaragaman pola penyebaran kesatuan populasi.

             ASAS 8
      Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana niche dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. Kelompok taksonomi tertentu dari suatu jasad hidup ditandai oleh keadaan lingkungannya yang khas (niche), tiap spesies mempunyai niche tertentu. spesies-spesies tersebut dapat berdampingan satu sama lain tanpa berkompetisi, karena satu sama lain mempunyai kepentingan  dan fungsi yang berbeda di alam. Spesies dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa persaiangan, karena masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda di alam. Pada asas ini menyatakan bahwa setiap spesies mempunyai nicia tertentu, sehingga Tetapi apabila ada kelompok taksonomi yang terdiri atas spesies dengan cara makan serupa, dan toleran terhadap lingkungan yang bermacam-macam serta luas, maka jelas bahwa lingkungan tersebut hanya akan ditempati oleh spesies yang keanekaragamannya kecil.


            ASAS 9
       Menyatakan bahwa keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya. Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi. Contohnya  tingkat keberagaman komunitas akan semakin besar jika biomasanya besar dan produktivitas kecil. Hal ini disebabkan karena aliran energi dalam sistem tersebut, aliran energi tersebut akan saling tukar-menukar dengan materi yang tersimpan pada suatu komunitas. Misalnya biomasa pada suatu sistem simpanan materinya besar maka secara otomatis akan meningkatkan keanekaragaman pada suatu komunitas tersebut.
           
            ASAS 10
            Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas (B/P) dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot pada asas ini menyatakan bahwa lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani evoluasi yang mengarah pada peningkatan efisiensi penggunaan energi pada lingkungan fisik yang stabil. Contoh : pada lingkungan yang stabil hewan yang mampu bertahan akan dapat hidup lebih lama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan efisiensi penggunaan energi sehingga dapat digunakan dalam waktu lama atau jangka panjang. Hal ini dapat dicapai jika jumlah energi yang tersedia dapat digunakan untuk menyokong biomasa yang lebih besar. Contohnya pada populasi jumlah biomasanya besar maka diperlukan energi yang besar pula untuk memenuhi hal tersebut.  Sehingga untuk memenuhi dalam waktu lama diperlukan efisiensi dalam menggunakan energi tersebut.

            Asas 11
         Menyatakan bahwa sistem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap sistem yang sudah mantap (dewasa) mengekploitasi yang belum mantap (belum dewasa). Contoh populasi kera mengeksploitasi tanaman di perladangan. Kera yang biasa hidup di hutan (ekosistem yang sudah mantap) memanfaatkan ekosistem yang belum mantap disekitar hutan itu. Apabila areal sekitar hutan terdapat perladangan baru yang ditanami misalnya dengan jagung, padi, ubi, singkong, dan buah-buahan (minim keanekaragaman) maka perladangan tu menjadi sumber makanan yang mudah terhadap populasi kera.

            Asas 12
       Pada asas ini Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung pada kepentingan relatifnya dalam keadaan suatu lingkungan menyatakan bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya pada keadaan lingkungan.Contoh : kemampuan ikan dalam beradaptasi, seperti ikan betok yang mampu bertahan pada kondisi yang miskin air dan oksigen, langkah yang digunakan oleh ikan jenis ini adalah dengan adaptasi morfologi dan fisiologi tubuhnya sehingga cocok dengan kondisi tersebut. atau pada jenis ikan yang hanya mampu hidup dengan kondisi air yang banyak, jika terjadi perubahan kondisi fisik seperti pendangkalan dan kurangnya air akan berpengaruh pada daya adaptasi ikan ini sehingga kondisi yang sudah stabil tersebut dapat berubah dan mengancam keberadaan spesies tersebut.

            Asas 13
           Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi. menyatakan bahwa ingkungan yang secara fisik telah mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem yang mantap, serta kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh. Contoh : kondisi iklim didaerah tropis akan menyebabkan keanekaragaman tinggi. Keaneragaman tinggi sering disebut diversity is stability. Daerah yang mempunyai keanekaragaman tinggi adalah hutan tropika (di kawasan tropika jarang sekali terjadi komunitas alami dirajai oleh hanya satu jenis). Sehingga dalam lingkungan yang stabil dapat mewujudkan kestabilan populasi dan ekosistem. Hal inilah yang menyebabkan keberagaman di hutan tropis cukup tinggi.

            Asas 14

        Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu menyatakan bahwa derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi populasi tersebut. Contoh : perubahan-perubahan yang terjadi dalam komunitas atau populasi dapat diamati dan seringkali perubahan itu berupa pergantian komunitas lain. Contoh: sebuah kebun jagung yang ditinggalkan setelah panen dan tidak ditanami lagi. Disitu akan bermunculan berbagai jenis gulma yang membentuk komunitas. Apabila lahan itu dibiarkan cukup lama, maka dalam komunitas tersebut akan terjadi pergantian komposisi jenis yang mengisi lahan tersebut. kondissi seperti iklim juga dapat dipengaruhi oleh kondisi iklimnya.
   
DAFTAR PUSTAKA

Sofiyan, Ardi Dwi. 2016. Asas-asas Pengetahuan Lingkungan. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Etnies Nabila. 2017. Asas-asas Pengetahuan Lingkungan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.