PENGETAHUAN
LINGKUNGAN
EKOLOGI,
ILMU LINGKUNGAN DAN ASAS-ASAS PENGERTAHUAN LINGKUNGAN
(SOFTKILL)
Disusun Oleh :
Nama / NPM : Achmad Sobari / 30416067
Kelas :
3ID11
Hari /
Tanggal : Sabtu / 30 Maret 2019
Mata
Kuliah : Pengetahuan Lingkungan
#
Dosen
:
Adi Pramudyo
LABORATORIUM
TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK
INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2019
Pengertian Ekologi dan Ilmu lingkungan
Ekologi
adalah ilmu yang dapat mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
dan yang lainnya. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik
interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi hubungannya makhluk hidup dan
lingkungannya. Berdasarkan didalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai
kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Pembahasan ekologi tidak lepas dari
pembahasan ekosistem yang dimana dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu
seperti pada faktor abiotik dan biotik.
Faktor
abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan
faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan,
dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan
organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling
memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan. Ekologi
merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun
70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang
biologinya.
Ekologi
mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan
mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam
tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi juga berhubungan erat dengan
tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan
ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan
kesatuan dalam konsep ekologi adanya hubungan yang terjadi dengan adanya keterkaitan
dan ketergantungan antara seluruh komponen ekosistem harus dipertahankan dalam
kondisi yang stabil dan seimbang (homeostatis). Perubahan terhadap salah satu
komponen akan memengaruhi komponen lainnya. Homeostatis adalah kecenderungan
sistem biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam keseimbangan. Ekosistem
mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya komponen penyusunnya
yaitu organisme dan populasi. Dengan demikian, ekosistem dapat dianggap suatu
cibernetik dialam. Namun manusia cenderung mengganggu dalam sistem pengendalian
alamiah ini. Ekosistem merupakan kumpulan dari bermacam-macam dari alam
tersebut, contoh hewan, tumbuhan, lingkungan, dan yang terakhir manusia.
Ilmu
lingkungan merupakan suatu ilmu yang mempelajari interaksi antara komponen –
komponen fisik, kimia dan biologi yang ada di lingkungan serta merupakan suatu
disiplin ilmu yang saling melengkapi dengan ilmu alam, ilmu teknik dan ilmu
sosial. Dalam keterkaitannya dengan Ilmu lingkungan yang terjadi dalam alam hal
ini konteks ilmu lingkungan tidak lepas dari prilaku manusia itu sendiri
sebagai suatu komponen lingkungan yang paling dominan karena manusia senantiasa
mengolah, mengambil dan mengembangkan sesuatu yang ada di alam itu sendiri. Lingkungan
tentu diperlukan kesadaran dari manusia agar merasa memiliki dan mencintai
segenap makhluk hidup dan alam lingkungannya sebagai tempat hidupnya.
Asas – Asas Pengetahuan Lingkungan
Pengetahuan
dapat dalam mempengaruhi lingkungan memiliki beberapa asas dalam pengembangannya.
Asas- asas tersebut diantaranya yaitu:
ASAS 1
Asas
yang terkandung dalam semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup,
populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai pengaruh dalam lingkungan energi
yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk
yang lain tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan.
Contoh:
Banyaknya kalori, energi yang terbuang dalam bentuk makanan diubah atau di
olah dalam lingkungan hidup menjadi energi untuk tumbuh, berbiak, menjalankan
proses metabolisme, dan yang terbuang sebagai panas.
ASAS 2
Tak
ada system pengubahan energi yang betul- betul efisien dan dapat berubah ubah
dalam bentukya dalam asas-asas ini tak lain adalah hokum Thermodinamika II, Ini
berarti energi yang tak pernah hilang dari alam raya, tetapi energi tersebut
akan terus diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Asas ini sama dengan hukum termodinamika kedua dalam
ilmu fisika. Hal ini berarti meskipun energi itu tidak pernah hilang, namun
demikian energi tersebut akan diubah dalam bentuk yang kurang bermanfaat. Sumber
alam adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh organisme hidup, populasi, atau
ekosistem yang pengadaannya hingga ke tingkat optimum atau mencukupi, sehingga
akan meningkatkan daya pengubahan energi.
ASAS 3
Materi,
energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, termasuk kategori sumberdaya alam. Pengubahan
energi oleh system biologi harus Berlangsung pada kecepatan yang sebanding
dengan adanya materi dan energi di lingkungannya. Pengaruh ruang secara asas
adalah beranalogi dengan materi dan energi sebagai sumber alam.
Contoh:
Ruang yang sempit: dpt mengganggu proses
pembiakan organisme dg kepadatan tinggi. Ruang yang terlalu luas: jarak antar
individu dalam populasi semakin jauh, kesempatan bertemu antara jantan dan
betina semakin kecil sehingga pembiakan akan terganggu. Jauh dekatnya jarak
sumber makanan akan berpengaruh terhadap perkembangan populasi. Waktu sebagai
sumber alam tidak merupakan besaran yang berdiri sendiri. Misal hewan mamalia
dipadang pasir, pada musim kering tiba persediaan air habis di lingkungannya,
maka harus berpindah kelokasi yang ada sumber airnya. Berhasil atau tidaknya
hewan bermigrasi tergantung pada adanya cukup waktu dan energi untuk menempuh
jarak lokasi sumber air. Asas 3 ini mempunyai implikasi yang penting bagi
kehidupan manusia untuk mencapai kesejahteraannya
ASAS 4
Kategori
sumber daya alam, kalau pengadaannya sudah mencapai optimum, pengaruh unit
kenaikannya yang dapat dirubah-ubah sering menurun dengan penambahan sumberalam
itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada
pengaruh yang menguntungkan lagi.
Untuk semua kategori sumber alam
(kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampui batas maksimum,
bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas
penjenuhan. Untuk banyak gejala sering
berlaku kemungkinan penghancuran yang
disebabkan oleh pengadaan sumberalam yang sudah mendekati batas maksimum.
Contoh:
Pada keadaan lingkungan yang sudah
stabil, populasi hewan atau tumbuhannya cenderung naik-turun (bukan naik terus
atau turun terus). Maksudnya adalah akan terjadi pengintensifan perjuangan
hidup,bila persediaan sumberalam berkurang. Tetapi sebaliknya, akan terdapat
ketenangan kalau sumberalam bertambah, untuk semua kategori sumberdaya alam
(kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampaui batas
maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah
asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran
yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum.
Dari sini dapat ditarik suatu arti yang penting, yaitu karena adanya ukuran
optimum pengadaan sumber alam untuk
populasi, maka naik turunnya jumlah individu populasi itu tergantung pada
pengadaan sumber alam pada jumlah tertentu.
ASAS 5
Pada
asas 5 ini ada dua hal penting, pertama
jenis sumber alam yang tidak dapat menimbulkan rangsangan untuk penggunaan
lebih lanjut, sedangkan kedua sumber alam yang dapat menimbulkan rangsangan
untuk dapat digunakan lebih lanjut.
Contoh:
Suatu jenis hewan sedang mencari
berbagai sumber makanan. Kemudian didapatkan suatu jenis tanaman yang melimpah
di alam, maka hewan tersebut akan memusatkan perhatiannya kepada penggunaan
jenis makanan tersebut. Dengan demikian, kenaikan sumberalam (makanan)
merangsang kenaikan pendayagunaan.
ASAS
6
Individu
dan spesies yang mempunyai lebih banyak
keturunan daripada saingannya terhadap adaktif, cenderung berhasil mengalahkan
saingannya. Asas ini adalah pernyataan teori Darwin dan Wallace. Pada jasad hidup terdapat perbedaan sifat
keturunan Dalam hal tingkat adaptasi terhadap faktor lingkungan fisik atau
biologi. Kemudian timbul kenaikan kepadatan populasinya sehingga timbul
persaingan. Jasad hidup yang kurang mampu beradaptasi akan kalah dalam
persaingan. Dapat diartikan pula bahwa jasad hidup yang adaptif akan mampu
menghasilkan banyak keturunan daripada yang non-adaptif.
ASAS
7
Kemantapan
keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam yang mudah diramalkan keteraturan
yang pasti pada pola faktor lingkungan pada suatu periode yang relative lama
dan Sedangkan lingkungan yang tidak stabil adalah lingkungan yang dihuni oleh
spesies yang jumlahnya relatif sedikit.. Terdapat fluktuasi turun-naiknya
kondisi lingkungan di semua habitat, tetapi mudah dan sukarnya untuk diramal berbeda dari satu habitat ke
habitat lain. Lingkungan yang stabil secara fisik merupakan lingkungan yang
mempunyai jumlah spesies yang banyak, dan mereka dapat melakukan penyesuaian
terhadap lingkungannya tersebut (secara evolusi) tidak saja melahirkan
keanekaragaman spesies yang tinggi, tetap juga akan menimbulkan keanekaragaman
pola penyebaran kesatuan populasi.
ASAS 8
Sebuah
habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada
bagaimana niche dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. Kelompok
taksonomi tertentu dari suatu jasad hidup ditandai oleh keadaan lingkungannya
yang khas (niche), tiap spesies mempunyai niche tertentu. spesies-spesies
tersebut dapat berdampingan satu sama lain tanpa berkompetisi, karena satu sama
lain mempunyai kepentingan dan fungsi
yang berbeda di alam. Spesies dapat hidup berdampingan dengan spesies lain tanpa
persaiangan, karena masing-masing mempunyai keperluan dan fungsi yang berbeda
di alam. Pada asas ini menyatakan bahwa setiap spesies mempunyai nicia
tertentu, sehingga Tetapi apabila ada kelompok taksonomi yang terdiri atas
spesies dengan cara makan serupa, dan toleran terhadap lingkungan yang
bermacam-macam serta luas, maka jelas bahwa lingkungan tersebut hanya akan
ditempati oleh spesies yang keanekaragamannya kecil.
ASAS
9
Menyatakan
bahwa keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi
produktivitasnya. Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan
keanekaragaman dalam suatu sistem biologi. Contohnya tingkat keberagaman komunitas akan semakin
besar jika biomasanya besar dan produktivitas kecil. Hal ini disebabkan karena
aliran energi dalam sistem tersebut, aliran energi tersebut akan saling
tukar-menukar dengan materi yang tersimpan pada suatu komunitas. Misalnya
biomasa pada suatu sistem simpanan materinya besar maka secara otomatis akan
meningkatkan keanekaragaman pada suatu komunitas tersebut.
ASAS 10
Pada lingkungan
yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas (B/P) dalam
perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot pada asas ini menyatakan bahwa
lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam
perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani
evoluasi yang mengarah pada peningkatan efisiensi penggunaan energi pada
lingkungan fisik yang stabil. Contoh : pada lingkungan yang stabil hewan yang
mampu bertahan akan dapat hidup lebih lama. Hal ini dapat dilakukan dengan
melakukan efisiensi penggunaan energi sehingga dapat digunakan dalam waktu lama
atau jangka panjang. Hal ini dapat dicapai jika jumlah energi yang tersedia
dapat digunakan untuk menyokong biomasa yang lebih besar. Contohnya pada
populasi jumlah biomasanya besar maka diperlukan energi yang besar pula untuk
memenuhi hal tersebut. Sehingga untuk
memenuhi dalam waktu lama diperlukan efisiensi dalam menggunakan energi
tersebut.
Asas 11
Menyatakan
bahwa sistem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap sistem
yang sudah mantap (dewasa) mengekploitasi yang belum mantap (belum dewasa). Contoh
populasi kera mengeksploitasi tanaman di perladangan. Kera yang biasa hidup di
hutan (ekosistem yang sudah mantap) memanfaatkan ekosistem yang belum mantap
disekitar hutan itu. Apabila areal sekitar hutan terdapat perladangan baru yang
ditanami misalnya dengan jagung, padi, ubi, singkong, dan buah-buahan (minim
keanekaragaman) maka perladangan tu menjadi sumber makanan yang mudah terhadap
populasi kera.
Asas 12
Pada asas ini Kesempurnaan
adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung pada kepentingan relatifnya dalam
keadaan suatu lingkungan menyatakan bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat
atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya pada keadaan
lingkungan.Contoh : kemampuan ikan dalam beradaptasi, seperti ikan betok yang
mampu bertahan pada kondisi yang miskin air dan oksigen, langkah yang digunakan
oleh ikan jenis ini adalah dengan adaptasi morfologi dan fisiologi tubuhnya
sehingga cocok dengan kondisi tersebut. atau pada jenis ikan yang hanya mampu
hidup dengan kondisi air yang banyak, jika terjadi perubahan kondisi fisik
seperti pendangkalan dan kurangnya air akan berpengaruh pada daya adaptasi ikan
ini sehingga kondisi yang sudah stabil tersebut dapat berubah dan mengancam
keberadaan spesies tersebut.
Asas 13
Lingkungan yang
secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi
dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan
populasi lebih jauh lagi. menyatakan bahwa ingkungan yang secara fisik telah
mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem
yang mantap, serta kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh.
Contoh : kondisi iklim didaerah tropis akan menyebabkan keanekaragaman tinggi.
Keaneragaman tinggi sering disebut diversity is stability. Daerah yang
mempunyai keanekaragaman tinggi adalah hutan tropika (di kawasan tropika jarang
sekali terjadi komunitas alami dirajai oleh hanya satu jenis). Sehingga dalam
lingkungan yang stabil dapat mewujudkan kestabilan populasi dan ekosistem. Hal
inilah yang menyebabkan keberagaman di hutan tropis cukup tinggi.
Asas 14
Derajat pola
keteraturan naik-turunnya populasi tergantung pada jumlah keturunan dalam
sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu
menyatakan bahwa derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada
jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi
populasi tersebut. Contoh : perubahan-perubahan yang terjadi dalam komunitas
atau populasi dapat diamati dan seringkali perubahan itu berupa pergantian
komunitas lain. Contoh: sebuah kebun jagung yang ditinggalkan setelah panen dan
tidak ditanami lagi. Disitu akan bermunculan berbagai jenis gulma yang
membentuk komunitas. Apabila lahan itu dibiarkan cukup lama, maka dalam
komunitas tersebut akan terjadi pergantian komposisi jenis yang mengisi lahan
tersebut. kondissi seperti iklim juga dapat dipengaruhi oleh kondisi iklimnya.
DAFTAR PUSTAKA
Sofiyan, Ardi Dwi. 2016. Asas-asas Pengetahuan
Lingkungan. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Etnies Nabila. 2017. Asas-asas Pengetahuan
Lingkungan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.